 | tentang kami | May 1, 2007 |
Henry dan Debby
Menikah pada 11 Maret 2006. Bercita-cita untuk punya 2 anak, punya usaha sendiri dan membeli rumah di Graha Raya type Cluster dan bertingkat, mobil Nissan Terano warna silver, dari hasil usaha tersebut. Mimpi kami yang lain adalah bisa membantu sesama kami melalui usaha kami
Dan sampai saat ini kami masih dalam tahap merintis usaha tersebut. Diawali dari sebuah tawaran seorang teman untuk menjualkan produk pakaian dalam sebanyak 2 lusin ke tetangga-tetangga terdekat, dan untuk melayani permintaan tetangga untuk menyediakan jenis-jenis pakaian yang lain, kami pun sepakat untuk menggadaikan cincin pernikahan kami untuk kami jadikan modal. Hanya berbekal 1,2 Juta, dengan semangat pergi ke Tanah Abang, untuk membeli beberapa permintaan tesebut, walaupun tidak semua bisa kami beli, tetapi kami senang sudah bisa memulai.
Dari modal hasil gadai cincin kami yang seharga 1,2 juta itulah sampai saat ini kami menjalankan usaha ini, yang makin lama makin banyak pesanan yang masuk, terakhir kami menerima pesanan seragam pakaian muslim untuk pagar ayu di sebuah pernikahan.
Usaha kami tidak akan secepat ini seandainya tidak ada orang-orang yang membantu kami, dan dengan bangga kami perkenalkan para Distributor kami :
Ibu Rahmat (Lt. Agung), Ibu Yulli (Depok Lama), Ibu Ika (Fatmawati), Mbak Yatti (Bandengan Selatan), Ibu Tetty (Bintaro), Ibu Alyana (Poris - Tanggerang) Ibu & Pak Yadi (Depok Timur), Sdri. Mei-Ing (Lippo Karawaci), Sdri. Susi (Jemb. 3) Ibu Suhaety (Gandaria Selatan)
Merekalah roda penggerak usaha kami, kami dan mereka sudah seperti sebuah keluarga besar, padahal hampir separo dari mereka itu adalah orang-orang yang baru kami kenal, mereka juga menjadi "kompor" penyulut semangat kami, karna mereka juga menggantungkan harapan mereka saat ini pada kami berdua.
Yang tak pernah kami lupa adalah Tuhan kami yang baik, yang selalu menyediakan berkat yang cukup bagi kehidupan kami, memberikan semua permintaan kami tepat pada waktu Nya.
God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference.
Living one day at a time; Enjoying one moment at a time; Accepting hardships as the pathway to peace; Taking, as He did, this sinful world as it is, not as I would have it; Trusting that He will make all things right if I surrender to His Will; That I may be reasonably happy in this life and supremely happy with Him Forever in the next. Amen.
--Reinhold Niebuhr
Trust in the LORD with all your heart and lean not on your own understanding; in all your ways acknowledge him, and he will direct your paths.
Proverbs 3, 5-6
Sabtu tanggal 14 Juli 2007 kami berdua pergi ke Perum Citra Raya, jarak yang harus ditemput memang lumayan jauh, sekitar 3 jam lebih dengan motor dari rumah kami di fatmawati, sampai disana, ternyata ibu Lina yang kami cari tidak ditempat, rupanya ibu yang super sibuk ini sedang menggelar sprei-2 cantiknya di Benton - Lippo Cikarang, ya sudah, kami lanjutkan perjalanan ke Cikupa menuju rumah kakak dan menginap disana, rencana hari minggu pagi kami mau balik ke Citra Raya dan nungguin sampai bisa ketemu Bu Sulina.
Minggu 15 Juli 2007 jam 8 pagi kami berangkat ke Citra Raya (entah kenapa HP ibu ini ga pernah bisa dihubungi) tiba disana, ada bapak yang sedang membersihkan mobilnya, ooo rupanya suami bu Sulina.. aaahhh leganya, akhirnya kami bisa bertemu langsung dengan super-super busy mommy, rupanya Satelindo lagi down, makanya kami ga bisa hubungi HP nya.
Ada rasa sungkan sebetulnya datang pagi-pagi, padahal malamnya mereka pulang jam 1 pagi sesudah berdagang di Benton, tapi syukur mereka tetap menerima kami dengan baik. Setelah ngobrol-ngobrol, kami berkesempatan melihat-lihat beberapa sprei dan bed cover sekaligus membandingkan kualitasnya, padahal produk yang kami cari adalah produk pewangi pakaian dan sabun cair pencuci piring. Yang lebih aneh, ternyata ibu Sulina ngga ngurusin produk tsb, kami sempat bingung, rupanya adiknya bu sulina lah yang bisa ditanya ini dan itu mengenai produk2 tsb.
Akhirnya kami bisa berkenalan langsung dengan Pak Dinto, orangnya kaleeem banget, ngak bawel seperti kami...hehehe tanyaaaa melulu, dan sekaligus memberi input tentang keluhan user ttg produknya, sambil kami ngobrol dengan Pak Dinto, suami bu Sulina permisi untuk mengurus pekerjaan lain, sebelum berangkat beliau sempat bilang "inilah enaknya, orang positif ketemu dengan orang positif, semangat nggak pernah putus" hehehe Kami putuskan untuk memesan sebanyak 10 karton yang katanya akan dikirim malamnya
Minggu malam jam 8, Pak Dinto dan perwakilan dari pabrik tiba dirumah kontrakan kami, sangat tidak kami bayangkan, bagaimana perwakilan dari pabrik bisa di geret untuk menemui kami yang baru belajar memasarkan produk tsb, beliaupun banyak memberikan masukan ttg produk, ternyata banyak yang belum kami ketahui, beliau juga mengatakan untuk selalu info ke Pak Dinto segala sesuatu yang kami perlukan untuk distribusi produknya.
Malam itu kami puas, perjalanan jauh nan melelahkan akhirnya membuahkan hasil, sesuai dengan yang kami inginkan, bahkan lebih dengan kehadiran perwakilan dari pabrik, kabar kurang baik mengenai kalahnya harga kami dalam tender perbaikan sofa hotel rasanya sudah terobati.
Menengok awal pertama saat seorang teman menawarkan untuk menjual produk pewangi pakaian, kami ok-ok saja, walaupun keuntungan belum terlihat, bahkan sampelpun harus kami beli, kami sudah meniatkan dalam hati kami, bahwa kami ingin menjalankan dengan serius, seperti usaha pakaian, disaat pakaian sepi, karna orang tua sedang sibuk mengatur biaya untuk anak sekolah, kami memutuskan untuk mengurangi pembelian pakaian dan dialihkan untuk produk lain, yah... inilah, produk pengharum pakaian dan sabun cair.
dimulai dari tetangga-2 disekeliling rumah, sangat mudah kami menjual, karna memang produk ini memang digunakan ditiap rumah. Kemudian kami mencoba menggelar dagangan di Pasar malam yang di adakan di belakang rumah, walau ada beberapa tetangga yang terbengong-bengong melihat kami lesehan hehehetapi syukur, kami bisa menjual lebih dari 3 lusin malam itu, kebetulan malam itu kami dapat tempat agak dibelakang, maka saat suami menata barang dagangan, saya mengambil plastik2 kecil yang ada seal nya, dan menuangkan cairan dari botol, untuk saya bagi-bagikan sebagai sampel, saya berdiri di pintu masuk, dan kepada setiap orang yang lewat, plastik-2 berisi pewangi pakaian itu saya bagikan sambil memberitahukan letak lapak kami. Walaupun pada saat itu kami belum bisa mendapatkan supplier yang bisa memberikan harga terbaik, tapi kami senang sudah bisa memulai.
Hari ini, Senin 16 Juli 2007, pada waktu kami bangun, kami berdua kembali bersujud syukur atas semua yang kami terima, dan memulai kembali aktifitas kami dihari ini.
Sudah seminggu terakhir saya pingin berhenti dari kegiatan rutin ngantor nih, alasan pertama karna dalam bayangan dan rencana saya, kalau saya berhenti ngantor pasti banyak banget yang bisa dilakukan untuk memajukan bisnis kecil yang sedang kami jalankan saat ini, kedua kana sudah bosan banget sama rutinitas 8-5 (eight to five) kayaknya saya perlu kegiatan yang lebih heboh dari itu, misalnya saya pingin banget ikut suami belanja ke Tanah Abang seperti hari ini, karna hari kerja - jadi nggak bisa ikut, padahal pasti banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat kalau bisa ikut ke sana.... Rencana-rencana kayaknya sudah berdesakan di pelipis saya minta di tuangkan dalam bentuk nyata dan tindakan (bahasa kerennya ACTION...  ) tiap saat kepikiran, startegi, alternatif dll, sampai sempet mikir jangan-jangan saya sudah "error" nih hehehe... Memang kedengarannya nekat, disaat suami baru dirumahkan, dan usaha yang dirintispun baru mulai melangkah. Alih-alih mikir untuk resign, mending mikir tuh tanggal 1 sudah dekat, setumpukan tagihan sudah menanti, kontrakan yang harus dibayar, biaya bulanan seperti listrik, PAM, tagihan telpon, asuransi dll., "biasanya" orang berpikir safe dulu, seharusnya saya jangan berpikir untuk berhenti dulu, tapi saya maunya jangan jadi yang biasa itu tadi, kan kataya jangan pernah harapkan hasil luar biasa kalau yang kita lakukan pun biasa-biasa saja, Anda mau juga kan yang luar biasa? saya sih mau banget.... Siang ini saya ngobrol sebentar dengan Pak Hadi, seperti biasa komentar bapak ini selalu saja seperti "Kompor" berikut cuplikannya HADIKUNTORO: kalau memang sdh siap GO saja.. HADIKUNTORO: ragu2 itu datangnya dari otak kiri yang hanya pakai logika saja.. HADIKUNTORO: Jangan terlalu banyak mikir kalau memang intuisi kita menyatakan optimis berhasil HADIKUNTORO: karena itu adalah yang bener... "Kompor" nya panas pak, bentar lagi mateng nih, Adakah diantara pembaca yang mengalami gejala-2 seperti yang saya tulis diatas? atau sudah pernah mengalaminya? sharing ya.... Debby Reinna MSA Supplier Jl. Abuserin IV no. 11 Gandaria Selatan Jakarta 12420 Phone 021-71094042 YM : gxlsindo
 Kemarin pagi saya membaca blog nya mas Yoyok , sebuah surat untuk istri tercinta. Selesai membaca, saya senyum-senyum sendiri, mengingat kejadian yang hampir sama juga kami alami semenjak memulai bisnis ini. Perbedaan cara pandang dan pengambilan keputusan antara wanita dan pria memang sangat berbeda, saya sendiri kadang ngga bisa berkutik kalau istri sudah pakai kalimat "menurut feeling saya" dan istri ngambek, sering jadi bingung juga harus bertindak apa. Dulu saya pikir menjalankan bisnis dengan pasangan lebih baik daripada dengan orang lain, ternyata tidak juga, karna walaupun statusnya istri/suami, masing-masing tetap adalah individu yang berbeda. Jurus komunikasi yang baikpun kadang jadi nggak berguna kalau sudah musimnya beda pendapat, padahal visi sudah sama, cuma kadang pelaksanaan yang jadi kendala. Walaupun akhirnya juga bisa selesai, tetapi suasana yang nggak nyaman ini kan kalo bisa jangan kejadian, apalagi sampai mempengaruhi jalannya bisnis ini. Apa solusinya? teman-teman yang sudah lebih dahulu menjalankan bisnis bersama pasangan, ada yang bisa bantu?

One night a man had a dream.
He dreamed he was walking along the beach with
the LORD.
Across the sky flashed scenes from his life.
For each scene he noticed two sets of footprints
in the sand:
one belonging to him, and the other to the LORD.
When the last scene of his life flashed before
him,
he looked back at the footprints in the sand.
He noticed that many times along the path of his
life
there was only one set of footprints.
He also noticed that it happened at the very
lowest and saddest times in his life.
This really bothered him and he questioned the
LORD about it:
"LORD, You said that once I decided to follow
You, You'd walk with me all the way.
But I have noticed that during the most
troublesome times in my life,
there is only one set of footprints. I don't
understand why when
I needed You most You would leave me."
The LORD replied:
"My son, my precious child,
I love you and I would never leave you.
During your times of trial and suffering,
when you see only one set of footprints,
it was then that I carried you."
written by Mary Stevenson
 Suatu malam aku bermimpi
Aku berjalan di tepi pantai dengan Tuhan
Di bentangan langit gelap tampak kilasan-kilasan adegan
hidupku
Di tiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir
Satu pasang jejak kakiku, yang lain jejak kaki Tuhan.
Ketika adegan terakhir terlintas di depanku
Aku menengok kembali pada jejak kaki di pasir.
Di situ hanya ada satu pasang jejak.
Aku mengingat kembali bahwa itu adalah bagian yang
tersulit Dan paling menyedihkan dalam hidupku.
Hal ini menganggu perasaanku maka aku bertanya Kepada
Tuhan tentang keherananku itu.
"Tuhan, Engkau berkata ketika aku berketetapan mengikut
Engkau, Engkau akan berjalan dan berbicara dengan aku
sepanjang jalan,
Namun ternyata pada masa yang paling sulit
Dalam hidupku hanya ada satu pasang jejak.
Aku tidak mengerti mengapa justru pada saat aku sangat
membutuhkan Engkau,
Engkau meninggalkan aku?"
Tuhan berbisik, "Anakku yang Kukasihi
Aku mencintai kamu dan takkan meninggalkan kamu
Pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun.
Ketika kamu melihat hanya ada satu pasang jejak ,
Pada saat itulah, ketika Aku menggendong kamu."
Sungguh Tuhan sangat baik, dalam apapun keadaan kita, tak pernah sekalipun DIa meninggalkan kita berjalan sendiri.
Tulisan diatas saya temukan tahun 1995 disebuah toko buku kecil di Jln. Fatmawati, tetapi sampai hari ini, setiap kali saya membacanya, perasaan yang sama saya alami seperti saat pertama saya membaca tulisan tersebut. Rasa haru, dan takjub akan kebesaran dan kasih Nya yang tiada pernah berkesudahan menyertai kehidupan kita,
Betapa Kasih dan tangan Tuhan tidak pernah meninggalkan kehidupan setiap umatnya, Sehubungan dengan apa yang saya kerjakan saat ini (usaha dagang), banyak sekali rintangan dan ujian yang harus dilewati, semua butuh pengorbanandan kesabaran, tidak ada kehidupan tanpa merasakan perjuangan (kecuali kita terlahir dalam sebuah keluarga konglomerat dan memang dimanjakan oleh orang tua, sehingga apapun yang kita butuhkan dan inginkan, tinggal mengucapkannya saja, dan semuanya akan siap sedia).
Menghadapi kesulitan dan kendala yang terjadi dalam masa-masa memulai usaha ini, kadang membuat saya hampir berputus asa, tulisan diatas yang saya tempelkan di setiap ruangan dirumah, seperti sebuah "REMINDER" bagi saya, bahwa saya tidak berjalan sendiri, dan seolah menjadi api-api kecil yang membakar semangat untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai 4 bulan yang lalu bersama istri.
Minggu lalu saya sempat berbincang-bincang dengan seorang teman, dan dalam perbincangan tersebut sempat kami bahas tentang usaha yang sedang saya jalankan ini, dan satu ungkapan beliau yang membuat saya kaget adalah bahwa "kita harus berlaku seperti seorang anak kecil, yang mengharapkan dan membutuhkan pertolongan dari orang tuanya, tanpa berpikir macam-macam, begitulah juga kita harus berpasrah diri dalam meminta pertolongan dan petunjuk dari Tuhan, karna kita tahu Tuhan tidak pernah memberikan hal yang tidak baik dalam kehidupan kita, jika seorang ayah tahu memberikan yang baik bagi anaknya, masa Tuhan mau memberikan yang jelek?" tidak ada seorang ayah yang memberikan batu pada anaknya pada saat anaknya meminta roti.
Implementasi dari apa yang diungkapkan sahabat saya tadi membuat saya berpikir, bahwa segala rintangan, halangan maupun perjuangan yang sedang saya jalankan saat ini, hanyalah cara Tuhan mendidik saya untuk mendapatkan hasil terbaik dari perjuangan ini, Tuhan nggak mau saya terima berkat instan atau rejeki nomplok yang ngga tau dari mana datangnya, rupanya Tuhan mau saya berjuang untuk mendapatkan hasil dan setiap perjuangan itu tidak pernah menjadi sia-sia, suatu hari kelak, kami akan merasakan hasilnya.
Pengertian mengenai sebuah kesuksesan, memang tidak melulu diukur secara materi, melainkan bagaimana kami merasakan nikmat Tuhan melalui hubungan kepada sesama, seperti air yang selalu mengalir ke tempat yang rendah, memberikan kesegaran, kesejukan dan kehidupan bagi setiap yang dilewatinya, demikian hendaknya kita, bagaimana dalam hidup ini kita bisa menjadi seperti air tadi, mejadi saluran berkat bagi sesama, menjadi sahabat, dan melakukan yang terbaik dari yang kita mampu dalam menjalani kehidupan ini.
"Tuhan yang baik, terima kasih untuk kesetiaanMu, terima kasih untuk AnugrahMu, terima kasih untuk kehidupan kami hari ini, ajar kami untuk selalu berserah kepada kepada kuasa dan kasih Mu penyertaan dan bimbingan Mu - biarlah menjadi bagian kami hari ini"
Amin
Hari minggu tgl. 29 April, kami berjualan di pasar kaget Jl. Baru - Depok, sabtunya sudah siapin barang-2 yang mau dibawa, bahkan air minum pun dibawa juga, karna mau memperkecil pengeluaran, daripada beli air disana, mending kan bawa sendiri. Aku juga nyiapin uang kecil untuk kembalian, ditaro di tas pinggang cieee.... critanya niat banget sih, ga lupa topi juga dibawa karna kita ga punya tenda nih, nanti pasti panas. Jam 10 malam tidur deh, karna besoknya mau bangun jam 3 pagi, Alarm - set 03.00 AM Pas alarmnya bunyi, suami bangun duluan dan langsung pasang kompor n masak air, hihihi semangat banget tuh, tumbeeenn, abis itu mandi n baru bangunin istrinya yang tadi dah bangun malah narik selimut lagi hehehe. Jam 03.42 Sudah siap brangkat, ga lupa berdoa dulu dan sekarang baru mau naikin barang2 ke motor, mulai dari karung pertama yang ditaro didepan, isinya: sandal, celana jeans, n daster, trus dicantelan motor aku naro botol air dan hanger2 pakaian untuk display, nah karung kedua yg isinya blus-2 kaus, underwear, jilbab, kemeja dan beberapa jenis accessories rencana akan ditaro dibelakang berdua denganku nih, waaahh beraaat, eh masih ada lagi gulungan karpet yang mo dipake gelaran, hiks ... karna a ada tempat lagi, akhirnya diikat dan dibikin seperti orang gendong gitar di slempangin gitu dibelakang, dan yang kebagian gendong karpetnya ogut nih .... huaaaaaa koko tega banget sm aku yaaa....  Jam 04.05 kami berangkat menuju lokasi, dan disana masih gelap loo, baru ada 1-2 orang yang datang dengan dagangannya, maklum, jam baru menunjukan angka 04.38, kemudian kami cari pak satpam untuk nanyain lokasi mana yang masih kosong, karna disana ga ada koordinatornya, jadi ya tinggal liat aja lapak terakhir sebelah mana n kita tinggal ngintil aja sesudah lapak itu. Jam 04.55 kami dapat tempat, dan sambil nungguin barang-2 diturunin, saya SMS Pak Hadi, isinya "Pak, hari ini saya buka lapak di Jl. Baru Depok nih, doakan laris ya, thx" Eh nggak lama Pak Hadi telpon balik, sambil ngasih wejangan-wejangan gimana kira-2 tentang apa yang akan kami alami hari ini. Ibarat sekolah kan ada masa orientasi, ya seperti itulah kira-2 kami berdua hari itu. Jam 5.25 Dagangan sudah terpajang semua dikarpet, tapi nggak ada tempat untuk pakaian yg di gantung nih, nah... untungnya didekat kami ada pohon, jadilah tali untuk ngikat karpet tadi dililit dipohon dan disambung ke motor.... hahaha kayak mo ngejemur aje nih, tapi gapapa namanya juga baru mulai.... disekitar masih sepi banget, rupanya kami datang kepagian, maklum, saking semangatnya, tiba-tiba lewat seorang bapak, rupanya baru pulang dari masjid, "Bu, koq rajin banget hari gini sudah dipajang? santai aja, orang lain biasanya majang tuh sekitar jam 6 an gitu" "hehehe iya nih pak, mungkin karna baru pernah, makanya ga ngerti, tadi pun kami datang kepagian" "Ooo gitu ya, lain kali ga usah terlalu pagi yah" mulai deh pedagang-pedagang lain bermunculan, ada yang bawa mobil, motor, gerobak, ada juga yang jalan kaki sambil nenteng / gotongan meja hahaha seru ya, mereka agak heran juga liat kami dah duduk manis sambil sarapan roti yang dibawa dari rumah  Banyak juga orang-2 yang lari pagi, ada juga yang cuma jalan sambil dorong-2 gerobak babynya hehehe lucu, dulu kami juga suka jalan pagi seperti mereka kalo pas hari sabtu, eh sekarang kami malah nontonin mereka lewat sambil nawar2in dagangan. Beberapa orang mulai lewat sambil lirik-2 doang, tapi ga mampir walau kami berdua sudah teriak-2 mempersilahkan mereka mampir (anehnya pedagang lain ga ada yg teriak manggilin orang lewat tuh, jangan-2 kami aja yang error?  tapi gapapa, kan suka-suka dong, yang penting nawarin. Sampai jam 7.35, belum satupun dagangan kami yang terjual, kata koko, sabar ya de, kan waktunya masih sampai jam 10, jadi masih ada waktu, iya, sambil selalu inget-2 ucapan Pak Hadi di telpon tadi. Jam 8.15,  akhirnya ada yang mampir dan tanya pakaian remaja, setelah tawar-2an, akhirnya dibeli juga, hahahaha kita berdua lompat-2an kayak orang norak banget bisa ngejual 1 potong.... hiks, dalam hati ada rasa haru juga nih, sekarang sambil ngetik juga sempet matanya basah kalo inget peristiwa itu hehehe Dari situ sampai jam 10, cuma ada 2 barang yang terjual, kami pun beres-beres mau pulang, wuaaahh aku mangku karung lagi dan slempangan gulungan karpet deh, mana dah terang, kan jiper banget neeh, akhirnya cuek aje deh. Sampe dirumah, tetangga-tetangga pada kaget liat kami yang berbondongan seperti keong, jadilah kita cerita-2 dulu dan baru beres-beresin sisa-sisa perjuangan subuh tadi. Doa kami Tuhan terima kasih buat pengalaman baru yang sudah Engkau berikan bagi kami berdua, Terima kasih buat orang-orang yang sudah Kau kirim untuk membeli dagangan kami, Terima kasih atas berkat yang Kau berikan bagi kami sampai hari ini Terima kasih untuk teman-teman baru yang Kau hadirkan dalam kehidupan kami Jadikan kami sesuai dengan apa yang Kau inginkan, jadikan kami berkat bagi orang-orang disekeliling kami. Amin
Akhirnya jadi juga bikin postingan di Milist TDA, komunitas yang selama ini cuma jadi tempan mencari ilmu secara sembunyi, karna ngga pernah berani menuliskan kisah kami, ada rasa minder, takut dibandingkan dengan teman-2 yang sudah lebih dulu memulai dan sudah sukses, tapi setelah memaksa diri sendiri untuk masukin postingan, ternyata mereka ngga seperti yang kami bayangkan, malah sambutan hangat dan support yang kami dapat.
Perjalanan kami masih sangat panjang, bersama TDA, kami berharap bisa bersama-sama menuju kesuksesan.
 | buku tamu | |
 | hi sis.. mampir yah ke cutefancy ^^ |
 | numpang promosi nih... Bagi yang Hobi Makan..mo pesan penganan makanan khas dari Sumatera Barat ? Kami bisa bantu..Ga usah jauh-jauh kePadang.. cukup melalui Kami disini, dalam waktu 2-4 hari (tergantung jauh lokasi) maka pesanan akan diantar kerumah..Seperti : 1.Keripik balado 2. Keripik kentang balado 3. Dakak dakak 4. Rendang daging/paru/ikan tuna/telur/pakis 5. Kerupuk Jangek 6. Dendeng Daging/ Dendeng Suir balado 7. Sagun Bakar 8. Opak balado dan sebagainya... (photo-photo dapat dilihat di www.exmine6711.multiply.com) Bisa pesan melalui Hp: (0751) 8224036 (FLEXI)
Selain itu bagi yg hobi fashion, bisa juga melihat trend-trend terbaru dgn harga TERJANGKAU :1. Baju Muslim 2. Kemeja Wanita 3. Dresses dll ( model dan photo dapat dilihat di web site diatas). |
 | hi.. nama saya mark nichol matus. saya berkerja di philippines sebagai export officer. company kami sedang mencari distributor untuk cincin kami. jika anda berminat, sila email saya vyd_mnm@yahoo.com sila lawat website kami di www.vydomingo.com untuk melihat cincin cincin kami. saya lahir di sabah malaysia, oleh itu saya pun pandailah cakap melayu sikit sikit. |
 | Your Trusted Online Shop! |
 | Hello, please visit our new online babies & kids shop! InoeChi is For Moms Who Look After, Need It, Want It and Buying IT For Their Childrens ...
Love,
Inoechi |
 | Hi, met kenal ya. Perjuangan yg cukup keras dan berani. Sukses terus ya. GBU.. |
 | makasih mbak, salam sukses |
 | Deb, aku nyampe disini. Salam Fuuntastic ya... |
 | Salam Funtastic.. Tetap Semangat. Dimana Ada kemauan di situ ada jalan. Sukses buat anda sekeluarga. Amin.. Andi Perdana http://andirich.blogspot.com |
 | Salam kenal Pak Henry. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
[Melvi Yendra] |
 | thx pak, nanti atur waktu ketemuan ya
Salam Sukses |
 | kapan ya bisa ngobrol dg pak henri dan bu reinna
what a wonderfull couple !
salam faif |
 | sebuah drama kehidupan yang bisa memacu semangat
www.alluwant.multiply.cm |
 | semoga sukses selalu mbak deby dan mas henry...
www.firaprasa.blogspot.com |
 | Membaca kisah perjalanan Henry ini sungguh menyentuh hati... berbagai perasaan pun berkecamuk di dada... ada kagum, terharu, campur aduk.. Tergambar semangat yang begitu menyala untuk mencapai sebuah cita2.. Tetap semangat ya...!!! Bravo..!!! |
 |
aufan wrote on May 4, '07 Lam kenal juga pak :) Yessy |
 | Trima kasih pak, kami doakan kesuksesan juga untuk Bapak dan keluarga.
Sampai jumpa di puncak SUKSES...!!! |
| |